Legendabuana’s Weblog

hanya sekedar kata dan kalimat yang merupakan buah pikiranku

Posts Tagged ‘Tentang realisme’

sejarah masa lalu saya

Posted by legendabuana on June 16, 2008

saya sangat menyukai sejarah

mengetahui masa lalu, menurut saya, artinya kita dapat memperbaiki masa kini

tanpa ada masa lalu, tidak akan ada masa kini

semua orang pasti memiliki sejarah

apa yang dijalani pada masa kini akan menjadi sejarah di masa mendatang

tak seorang pun dapat menghapus sejarah hidupnya

semuanya tercatat dalam pikiran dan ingatan orang tersebut

saya memiliki sejarah kelam dalam hidup saya

rasa-rasanya saya ingin menghapus sejarah itu dari ingatan saya, saya sadar tak dapat menghapusnya

semuanya telah menyatu menjadi sejarah hidup saya

mungkin saya tidak dapat menghapusnya tapi saya dapat untuk tidak mengingatnya

semuanya saya susun rapi dan saya simpan didalam peti hati saya

dan saya letakkan dalam alam pikiran saya

untuk saat ini saya belum berani membukanya

tapi suatu saat saya harus membukanya pada seseorang yang tepat

sebab ia harus tahu sejarah masa lalu saya yang kelam

sebelum ia memutuskan untuk hidup bersama saya selama sisa umurnya

Posted in realisme | Tagged: | 5 Comments »

sebuah catatan yg mengubah cara berpikir

Posted by legendabuana on June 13, 2008

catatan seorang demonstran,,,sebuah buku yg melaluinya saya mengenal Soe Hok Gie tokoh yg bnar” saya kagumi,,,

sosok yg saya kenal dengan segala gejolak pemikiran dan perasaannya yg dituangkan dlm catatan harian,,,

catatan harian ini pula yg mengubah cara berpikir saya dan mungkin hidup saya,,,

terasa sekali semangat idealis ketika membaca buku ini,,,terlebih lagi ketika saya menjabat sbg ketua organisasi pers yg membuat pikiran saya concern pd tanggung jwb saya, buku ini mrp referensi penting bagi saya,,,

melalui buku ini pula, saya merasakan berbagai keadaan yg ada pd suatu masa yg sebenarnya ingin sekali saya kuak rahasianya,,,

satu hal yg terpatri dlm ingatan bahwa Soe Hok Gie,,,sampai mati pun ia tetap menjadi seorang yg IDEALIS,,,

::pikiranku ketika menjabat menjadi seorang pemimpin organisasi pers kampus::

Posted in realisme | Tagged: | Leave a Comment »

brusaha mengerti apa yg ga dimengerti

Posted by legendabuana on June 13, 2008

orang bilang gw ribet bener juga siy,,,,tapi kalo ribet karena hal-hal yang gw ga ngerti dan disuruh berusaha untuk mengerti, gw pikir wajar-wajar aja,,,,,,,,

terkadang orang lain tidak mengerti dengan apa yang kita pikirkan dan kita tidak memaksa orang tersebut untuk mengerti, tapi apakah suatu kesalahan jika saya tidak mengerti dengan apa yang dipikirkan orang lain dan saya tidak mau peduli?

Posted in realisme | Tagged: | Leave a Comment »

waiting in vain

Posted by legendabuana on June 13, 2008

ketika suatu perbedaan menjadi penghalang

terasa sangat tidak adil bagi sebagian orang

tetapi dengan perbedaan itu,,,im so much older than i can take,,,

dats da price i must pay for a taste of sweet love,,,

semoga cahayanya kan selalu bersemayam di hati,,,,

jakarta, 5 maret 2006

Posted in realisme | Tagged: | 1 Comment »

PARA PELACUR KEHIDUPAN

Posted by legendabuana on May 30, 2008

Kata-kata itu saya temukan beberapa waktu lalu di profile Friendster seorang sahabat, Cornelia. Entah mengapa saya menyukai kata-kata tersebut. Para Pelacur Kehidupan.

Dalam KBBI alias Kamus Besar Bahasa Indonesia, pelacur memiliki arti wanita tuna susila. Wanita yang menjual dirinya. Tapi dalam pengertian saya, para pelacur kehidupan merupakan orang-orang yang menjual dirinya untuk kehidupannya. Pelacur alias wanita tuna susila merupakan bagian dari para pelacur kehidupan. Bahkan kita pun merupakan para pelacur kehidupan.

Di ibukota negara seperti Jakarta, banyak kaum urban yang menetap. Gegar budaya pun kerap terjadi. Alhasil, gaya hidup yang tinggi pun menjadi suatu harga diri. Uang menjadi Tuhan. Dalam pemahaman saya, saat ini fenomena ini sedang melanda kaum urban di Jakarta. Menjadi para pelacur kehidupan. Tidak hanya terjadi pada perempuan tetapi juga para lelaki.

Banyak kaum urban yang bekerja di gedung mewah yang bertempat di kawasan bisnis dengan bayaran yang tinggi. Bayaran tinggi untuk menunjang gaya hidup yang tinggi. Tingkat stress pun menjadi tinggi. Bayangkan saja, berangkat dan pulang kerja terkena macet. Bekerja dari jam 9 pagi hingga jam 5 sore. Rutinitas menjadi bagian dan hasilnya pun kepenatan yang tak kunjung hilang. Bekerja hanya menjadi suatu rutinitas yang tak ada rasa cinta didalamnya. Tak ada perasaan senang dalam menjalaninya. Hanya demi materi yang telah menjadi Tuhan untuk memenuhi gaya hidup. Inilah pemahaman saya terhadap para pelacur kehidupan.

Pernah hal ini saya perbincangkan dengan Cornelia ketika kami online via YM. Dan saya mendapatkan sebuah cerita menarik dari sahabat saya itu. Bahwa ada seorang wanita tuna susila yang pernah ia temui dan, ini yang menarik, wanita tuna susila tersebut bekerja karena ia menyukai sex. Materi yang ia dapat adalah nilai tambah. Menurut saya, ia tidak termasuk ke dalam para pelacur kehidupan walau profesinya adalah pelacur.

Tentang pekerjaan yang disenangi dan kemudian saya perbincangkan dengan Bang Ully Debrur, sangat menyenangkan jika kita menjalani pekerjaan yang disukai. Artinya kita tidak akan pernah terjebak dengan rutinitas yang membuat penat. Jika kita menyenangi pekerjaan kita, hal yang bersifat materi adalah nilai plus dari pekerjaan kita. Hal yang bersifat materi maupun bukan adalah nilai tambah. Dan secara keseluruhan, itu akan menjadi gaya hidup kita. Kita memiliki gaya hidup kita sendiri tanpa terpaku dengan gaya hidup tinggi kota besar. Pada akhirnya kita pun tidak akan menjadi salah satu dari para pelacur kehidupan.

Jakarta, 23 Mei 2008

Posted in realisme | Tagged: | 10 Comments »